RESUME MATERI PKKMB DAY 1



Pemateri 1: Prof. Yudi Latif MA,,Ph.D

Judul: Kehidupan Berbangsa, Bernegara, Jati Diri Bangsa, dan Pembinaan Kesadaran Bela Negara

hasil resume :

Kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia saat ini mengalami pergeseran atau perubahan di semua sendi kehidupan yang sangat mengkhawatirkan. Untuk mengatasi hal ini, diperlukan suatu konsepsi, kemauan, dan kemampuan yang kuat untuk menopang kebesaran, keluasan, dan kemajemukan keindonesiaan.

Berdasarkan Visi & Misi Pemerintah berdasarkan Pancasila:

1. Menjadi bangsa yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur.

Misi:

1. Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia.

2. Memajukan kesejahteraan umum.

3. Mencerdaskan kehidupan bangsa.

4. Ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

Pembinaan Kesadaran Bela Negara

Pembinaan kesadaran bela negara merupakan upaya untuk meningkatkan kesadaran dan kemampuan warga negara dalam membela negara. Hal ini dapat dilakukan melalui beberapa cara, yaitu ¹ ²:

Pendidikan Kewarganegaraan: Sebagai upaya untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran warga negara tentang hak dan kewajiban mereka dalam membela negara.

-Latihan Bela Negara: Sebagai upaya untuk meningkatkan kemampuan warga negara dalam membela negara.

- Kampanye Bela Negara: Sebagai upaya untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi warga negara dalam membela negara.

Sebagai pemuda kita adalah generasi penerus bangsa yang menentukan masa depan Indonesia

Pembinaan dilakukan agar pemuda memiliki:r begitupun karakter kuat: disiplin, jujur, berintegritas yang mempunyai wawasan kebangsaan: paham nilai persatuan, demokrasi, dan nasionalisme..

Pemateri 2: Prof. Kacung Marijan, Drs., MA.,Ph.D - Wakil Rektor 1 UNUSA

Judul : Sistem Pendidikan Tinggi di UNUSA.

Hasil Resume : 

UNUSA adalah Universitas Nahdatul.Ulama Surabaya, sebuah perguruan tinggi swasta yang didirikan oleh Yayasan Rumah Sakit Islam Surabaya (YARSIS) pada tahun 2013, dengan tujuan menciptakan lulusan yang unggul dalam ilmu pengetahuan, teknologi, kewirausahaan, dan berjiwa Islami, sesuai dengan ajaran Ahlussunnah wal Jamaah. 

VISI DAN MISI UNUSA

Visi:

Menjadi Lembaga Pendidikan Tinggi yang Terkemuka dan Unggul di ASEAN, Berjiwa Wirausaha serta Berjati Diri Islami.

Begitupun juga terdapat beberapa milestone yang dirumuskan agar UNUSA berdaya saing internasional melalui pengembangan sistem mutu:

2014–2018: Konsolidasi sistem penjaminan mutu internal dengan target akreditasi rata-rata B (BAN-PT / LAM-PTKes). Ini diarahkan untuk mendukung penguatan basis UNUSA sebagai universitas berbasis entrepreneurship. 

2018–2022: Pengembangan sistem mutu dengan target akreditasi rata-rata A. Ini mendukung milestone agar UNUSA berdaya saing nasional. 

2022–2026: Pengembangan menuju akreditasi ASEAN University Network Quality Assurance (AUN-QA) — bagian dari milestone agar UNUSA berdaya saing regional (Asia Tenggara). 

2026–2030: Menargetkan peringkat antara 1–500 dunia di bidang life sciences and medicine dan/atau engineering and technology menurut QS World University Rankings. Milestone ini mendukung visi agar UNUSA berdaya saing internasional. 

RINGKASAN : Periode Target Akreditasi / Pencapaian Fokus Kompetitif

2014–2018 :Rata-rata akreditasi B di universitas dan prodi Dasar entrepreneurship internal

2018–2022 :Rata-rata akreditasi A Pengakuan national

2022–2026:AUN-QA (akreditasi regional ASEAN) Daya saing regional

2026–2030: Masuk 500 universitas terbaik dunia (QS) di bidang tertentu Kompetisi internasional tingkat tinggi

Akreditasi UNUSA

Universitas: Terakreditasi Unggul (BAN-PT, 2021)

Program Studi:

18 Prodi = Unggul

2 Prodi = Baik Sekali

3 Prodi = Baik

Fakultas dan Program Studi di UNUSA :

Fakultas Kedokteran

  1. S1 Pendidikan Dokter
  2. Profesi Dokter
  3. Fakultas Kesehatan
  4. S1 Kesehatan Masyarakat
  5. S1 Ilmu Gizi
  6. D-IV Analis Kesehatan
  7. D-IV K3

Fakultas Keperawatan & Kebidanan

  1. S2 Keperawatan
  2. Profesi Ners
  3. Profesi Bidan
  4. S1 Keperawatan
  5. S1 Kebidanan
  6. D-III Kebidanan
  7. D-III Keperawatan

Fakultas Ekonomi, Bisnis & Teknologi Digital

  1. Akuntansi
  2. Manajemen
  3. Informatika
  4. Sistem Informasi
  5. Pendidikan Profesi Akuntansi (PPA)
  6. S2 Manajemen

Fakultas Keguruan & Ilmu Pendidikan

  1. S1 PGSD
  2. S1 PGPAUD
  3. S1 Pendidikan Bahasa Inggris
  4. S2 Pendidikan Bahasa Inggris

3 PLUS 1 PROGRAM

UNUSA (FEBTID) menghadirkan program unggulan internasional “Program Double Degree 3+1” bekerja sama dengan St. John’s University, Taiwan.

Program ini dirancang untuk memberikan pengalaman akademik, budaya, dan profesional yang lebih luas kepada mahasiswa melalui kombinasi studi di dalam negeri dan luar negeri.


Dan terakhir Kurikulum Bidang Kemahasiswaan di UNUSA 

Tahap Adaptasi (Semester I–II)

Penguatan karakter, potensi diri, pengenalan kampus, pengenalan konsep student engagement, kompetensi 6C, pengenalan organisasi mahasiswa.


Tahap Kompetensi (Semester III–VI)

Pengembangan softskill, kompetensi dasar dan bidang, pengembangan kepemimpinan, keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan sosial, kewirausahaan.


Tahap Khas (Semester VII–VIII)

Penyiapan kerja & job placement, pendalaman softskill, latihan interview, menghadapi seleksi kerja, persiapan CPNS/ICD, PRE-PKPT/OKM, entrepreneurship.

Pemateri : Erisandi Yudhistira
Judul :Penguatan Literasi Keuangan dan kesejahteraan Mahasiswa
Hasil Resume :

 Investasi terbaik adalah pada diri sendiri.
Banyak orang tidak sepenuhnya memanfaatkan potensi mereka.
Potensi sering kali lebih besar daripada yang terealisasi.
Aset terbaik adalah diri sendiri.
Kamu bisa menjadi versi terbaik dari dirimu dengan usaha dan pengembangan diri.

Sumber Pendapatan Jumlah Persentase (%)

Anak / Menantu 5.582.166 39,6%
Bekerja / Usaha 5.389.549 38,2%
Dana Pensiun / Jaminan 1.388.152 9,8%
Suami / Istri 1.185.397 8,4%
Saudara / Sanak Famili 417.085 2,9%
Tabungan 46.270 0,3%
Surat Hutang (Obligasi) 13.950 0,09%
Sumber Lain 90.261 0,6%
Total Responden 14.112.830 100%


1. Sumber terbesar:

Mayoritas pensiunan di Indonesia masih mengandalkan anak/menantu (39,6%) dan bekerja/usaha (38,2%) sebagai sumber pendapatan utama.

Artinya, ketergantungan finansial pada keluarga masih sangat tinggi.

2. Sumber formal masih rendah:

Hanya 9,8% yang mengandalkan dana pensiun/jaminan.

Ini menunjukkan cakupan program pensiun formal masih terbatas.

3. Tabungan dan investasi minim:

Tabungan hanya 0,3%, obligasi cuma 0,09% → artinya kebiasaan masyarakat menyiapkan dana pensiun lewat instrumen keuangan masih rendah.

4. Implikasi:

Perlu edukasi dan kesadaran finansial agar orang lebih menyiapkan dana pensiun sejak muda.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

RESUME Unusa Terima Mahasiswa Berbeasiswa Keagamaan dari PWNU Jatim

RESUME MATERI PKKMB DAY 2